Categories
Pendidikan

Empirisme Pendidikan Klasik

Empirisme Pendidikan Klasik

Empirisme Pendidikan Klasik

Latar Belakang Empiris

Sosok empiris adalah seorang filsuf Inggris John Lock, yang hidup tahun 1632-1704. Teorinya dikenal sebagai Tabulae Rasae (meja lilin), yang menyatakan bahwa anak-anak yang lahir di dunia seperti kertas putih bersih. Dia akan menulis nuansa dan lingkungan di kertas putih. Aliran empirisme bertentangan dengan bawaan sejak lahir karena berpendapat bahwa perkembangan anak-anak pada orang dewasa tidak pernah ditentukan oleh lingkungan atau pendidikan dan pengalaman yang telah mereka terima sejak kecil. Orang dapat dilatih dalam segala hal (baik atau buruk) atas permintaan lingkungan atau pendidik.

Pandangan Optimisme Pedagogis

Dalam pendidikan, pandangan kaum empir dikenal sebagai optimisme pedagogis. Aliran empirisme dianggap sepihak karena hanya menekankan peran pengalaman dari lingkungan. Meskipun keterampilan dasar yang dibawa seorang anak sejak lahir tidak dianggap menentukan, menurut kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, ada anak-anak yang sukses karena mereka berbakat, bahkan jika lingkungan tidak mendukung mereka.

 

Contoh Keberhasilan Pendidikan Empirisme

Keberhasilan ini berasal dari kapasitas yang berasal dari mereka dalam bentuk kecemasan atau kemauan yang sulit, dan anak berusaha untuk mendapatkan lingkungan yang dapat mengembangkan keterampilan atau kemampuan yang sudah ada di dalamnya. Misalnya: keluarga kaya ingin memaksa anak-anak mereka menjadi pelukis dengan semua alat yang dibeli dan pendidik ahli. Tetapi dia gagal karena anak itu tidak memiliki kemampuan untuk melukis. Akibatnya, konflik terjadi pada anak-anak, mereka memiliki kesulitan pendidikan, dan hasilnya tidak optimal.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Aliran Pendidikan Restrukturisasi dan Pragmatisme

Aliran Pendidikan Restrukturisasi dan Pragmatisme

Aliran Pendidikan Restrukturisasi dan Pragmatisme

Aliran Restrukturisasi

Kata rekonstruksi direkonstruksi dalam bahasa Inggris, yang berarti membangun kembali. Dalam konteks filosofi pendidikan, aliran restrukturisasi adalah aliran yang bertujuan meninjau kembali tatanan lama bangunan dan mengembangkan sistem kehidupan budaya yang dirancang modern. Aliran restrukturisasi, pada prinsipnya, menerima aliran tanaman keras yang akan mendeklarasikan krisis budaya modern. Kedua arus berpikir bahwa aliran dan umur panjang restrukturisasi adalah periode dengan budaya yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kebingungan proses dan lembaga pendidikan karena kebutuhan untuk restrukturisasi. struktur baru kehidupan budaya, untuk mencapai tujuan kehidupan budaya. Hal utama membutuhkan kerja sama antar umat manusia.
Aliran ini didukung oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930 dengan keinginan untuk membangun masyarakat baru, masyarakat yang baik dan adil. Adapun beberapa karakter dari genre ini: Caroline Pratt, George Count dan Harold Rugg.


Aliran Pragmatisme

Pragmatisme berasal dari kata pragma, yang berarti menggunakan. Pragma berasal dari Yunani. Jadi pragmatisme adalah sekolah yang mengajarkan bahwa hal yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikannya benar dengan efek praktis yang bermanfaat. Misalnya, berbagai pengalaman pribadi tentang kebenaran mistik, asalkan membawa kepraktisan dan kegunaan. Dengan kata lain, semuanya bisa diterima asalkan berguna untuk kehidupan.

 

Sosok Pragmatisme

Karakternya William James (1842-1910) lahir di New York, yang memperkenalkan gagasannya tentang pragmatisme ke dunia. Ia ahli dalam bidang seni, psikologi, anatomi, fisiologi dan filsafat. (Dr. SMORO ACHMADI, 2003 :).

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali dalam bentuk semula tanpa mengalami pengolahan. Perusahaan dapat berupa toko, penyalur tunggal, agen penjualan, distributor, dan sejenisnya. Karakteristik utama perusahaan dagang adalah bahwa pada peristiwa penjualan terjadi penyerahan barang yang didalamnya memuat jumlah rupiah disebut harga pokok penjualan.

 

Karakteristik Perusahaan Dagang

  • Adanya kegiatan membeli barang dagang untuk dijual kembali tanpa merubah bentuk.
  • Adanya peristiwa penjualan dimana terjadi penyerahan barang yang didalamnya memuat jumlah rupiah disebut HPP.
  • Adanya keuntungan / laba dari kegiatan menjual barang tersebut yaitu dari penjualan bersih dikurangi dengan HPP & biaya usaha.
  • Pendapatan utama perusahaan dagang adalah berasal dari penjualan barang sehingga rekening penjualan digunakan sebagai ganti rekening pendapatan.
  • Barang yang dibeli dapat dikembalikan jika tidak sesuai dengan pesanan/mungkin karena rusak & sebaliknya jika melakukan penjualan.

 

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

diawali dengan pencatatan transaksi ke dalam jurnal, kemudian dipindahkan kedalam buku besar (posting) & dihitung saldonya lalu susun daftar saldo & pada akhir periode susun neraca lajur dengan jurnal penyesuaian sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
Pendapatan utama perusahaan dagang adalah berasal dari penjualan barang sehingga rekening penjualan digunakan sebagai ganti rekening Pendapatan. Juga Piutang Dagang dan Utang Dagang. Disamping itu ada akun-akun khusus yang bersangkutan dengan perusahaan dagang disamping Penjualan, antara lain yang terpenting adalah Harga Pokok Penjualan, Pembelian, Retur dan Keringanan Penjualan, Retur dan Keringanan Pembelian, Potongan Penjualan dan Potongan pembelian. Potongan pembelian ataupun potongan penjualan hendaknya tidak dikacaukan dengan pengertian potongan harga (price/trade discount).

Ada akun khusus menyebabkan Laporan laba rugi perusahaan dagang juga bebeda dengan laporan perusahaan dagang. Biaya dalam perusahaan dagang dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu biaya yang melekat pada barang dagangan yang terjual yang disebut biaya operasi. Harga pokok penjualan sendiri sebenarnya merupakan biaya operasi lainnya. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba yang berasal dari penjualan yang dikenal dengan istilah laba kotor penjualan.

Menjurnal Penjualan dan Pembelian Barang Dagang

Penjualan barang dagang secara tunai atau kredit dicatat dengan mengkredit Penjualan. Pada saat terjadi penjualan sebenarnya terjadi 2 (dua) peristiwa yaitu pertama terjadinya pendapatan yang disebut penjualan yang mempunyai akibat menambah modal dan yang kedua keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok penjualan yang mempunyai akibat mengurangi modal karena sifatnya sebagai biaya.

Metode atau cara pencatatan untuk barang dagang akibat dari pembelian atau penjualan, ada 2 cara yaitu :

1.Metode Phisyik (Berkala / Periodik) yaitu metode apabila pada saat penjualan keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok tidak dihitung dan dicatat secara kontinu dan baru akan dicatat pada akhir episode sebagai penyesuaian.
Pada saat terjadi pembelian tidak menambah persediaan, tetapi dianggap sebagai pengeluaran beban untuk mendapatkan barang tersebut. Dalam metode fisik dicatat sebagai berikut :

Pembelian Rp. xxxx
Kas / Utang Dagang Rp. xxxx

(Kas = untuk pembelian tunai dan Utang Dagang = untuk pembelian secara kredit)

Pada saat terjadi penjualan, penjualan tersebut tidak mengurangi persediaan tetapi dianggap sebagai penerimaan pendapatan dari hasil penjualan yang dicatat sebagai berikut :

Kas / Piutang Dagang Rp. xxxx
Penjualan Rp. xxxx

(Kas = untuk penjualan tunai, dan Piutang Dagang = untuk penjualan secara kredit)

2. Metode Perpetual yaitu metode yang mencatat persediaan secara terus menerus setiap kali terjadi perubahan baik pembelian atau penjualan dan kemungkinan adanya pengembalian barang atau retur pembelian atau penjualan barang.
Pencatatan saat terjadinya pembelian barang dagang pada metode ini adalah :

Persediaan Rp. xxxx
Kas / Utang Dagang Rp. xxxx

(Kas = untuk pembelian tunai dan Utang Dagang = untuk pembelian secara kredit)

Pencatatan saat terjadi penjualan adalah :
Kas / Piutang Usaha Rp. xxxx
Penjualan Rp. xxxx

Harga Pokok Penjualan Rp. xxxx
Persediaan Rp. xxxx

(Kas = untuk penjualan tunai dan Piutang Dagang = untuk penjualan kredit)

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Persyaratan Jual Beli dan Jurnal Khusus

Persyaratan Jual Beli dan Jurnal Khusus

Persyaratan Jual Beli dan Jurnal Khusus

Syarat Penyerahan

Syarat-syarat penjualan harus menyebutkan kapan pemilikan (hak) atas barang dagang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli, dan menentukan pihak mana, penjual atau pembeli yang harus menanggung biaya transportasi (ongkos angkut).

Syarat penjualan dalam pengiriman barang dagang dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

  • FOB tempat pengiriman (FOB Shipping Point) adalah hak milik atas barang dagang bisa beralih kepada pembeli pada saat penjual menyerahkan barang tersebut ke perusahaan pengangkut. Pembeli menanggung biaya transportasi pengiriman barang dagang.
  • FOB tempat tujuan (FOBDestination) adalah hak milik atas barang dagang bisa beralih ke pembeli menerima barang dagang tersebut, ini berarti penjual menyerahkan barang dagang tersebut ke tempat tujuan pembeli tanpa dibebani ongkos angkut kepada pembeli dan penjual membayar ongkos angkut sampai ke tempat tujuan terakhir.

 

Syarat Pembayaran

Syarat pembayaran adalah perjanjian yang menetapkan cara pembayaran atas barang yang diperjual belikan yang mungkin berupa trade discount ataupun cash discount.

A)Trade discount atau rabat adalah potongan yang diberikan karena membeli barang dalam partai besar, biasanya dinyatakan dengan persen. Harga yang diperhitungkan pada pembeli ialah harga menurut daftar (list price) dikurangi rabat (trade discount) yang disebut harga kontrak (contract price).

B)Cash Discount adalah potongan tunai yang diperoleh pembeli apabila membayar dalam batas waktu yang ditentukan yang diberikan oleh penjual. Maksud diberikan potongan tunai kepada pembeli adalah agar pembeli terdorong untuk membayar lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Macam-macam syarat pembayaran adalah sebagai berikut :

  • 2/10, n/30.artinya pembelian akan memperoleh potongan 2 % apabila bisa membayar dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur dan netto harus dibayar paling lambat 30 hari setelah tanggal faktur.
  • E.O.M (end of math) .Artinya pembayaran paling lambat tanggal akhir bulan dari hari pembelian barang.
  • n/10. EOM .artinya pembayaran paling lambat 10 hari sesudah akhir bulan pembelian barang.
  • 2/10 1/5 n/60 .artinya pembelian akan memperoleh potongan 2 % apabila bisa membayar dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur dan hanya akan memperoleh potongan 1 % membayar setelah 10 hari dari tanggal faktur tetapi tidak lebih dari 15 hari dan netto harus dibayar paling lambat 60 hari setelah tanggal faktur.

 

Jurnal Khusus

Pada umumnya di dalam perusahaan terjadi transaksi rutin dan frekuensinya terjadi sangat tinggi. Transaksi rutin ini biasanya meliputi: penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas dan sebagainya. Dengan buku jurnal dua kolom ternyata pencatatan transaksi rutin menjadi tidak tepat dan praktis lagi terutama dalam hal posting dari jurnal ke buku besar. Karena itu transaksi rutin yang yang sering terjadi sebaiknya dicatat dalam buku jurnal tersendiri yang disebut dengan buku jurnal khusus. Dengan adanya jurnal khusus maka biasanya ada beberapa akun yang memerlukan perincian misalnya Piutang Dagang dan Utang Dagang.

Akun-akun untuk perincian ini membentuk satu buku besar tersendiri yang disebut buku besar pembantu, sedangkan buku besar yang akan digunakan dalam menyusun daftar saldo disebut dengan buku besar umum.

Ada beberapa jenis jurnal sebagai berikut : Jurnal pembelian, adalah jurnal untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lain yang dilakukan secara kredit

  • Jurnal pengeluaran kas, adalah jurnal untuk mencatat semua transaksi tentang pengeluaran kas (uang tunai), transaksi pengeluaran uang tersebut antara lain pembelian barang dagang atau aktiva lain secara tunai, pembayaran beban-beban, pembayaran / pelunasan hutang dagang dan pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi.
  • Jurnal Penjualan, adalah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit.
  • Jurnal Penerimaan kas, adalah jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi tentang penerimaan uang.
  • Jurnal Memorial / Umum, adalah jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat pada keempat jurnal khusus diatas. Transaksi-transaksi tersebut adalah : retur pembelian dan penjualan, pengambilan barang untuk keperluan prive, penarikan wesel dan lain-lain.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Mengenal Angka Indeks

Mengenal Angka Indeks

Mengenal Angka Indeks

Pengertian Angka Indeks

Angka indeks(index number) adalah angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan tentang hal atau kegiatan yang sama dalam dua waktu yang berbeda. Angka indeks yang dimaksudkan disini adalah ukuran yang menunjukkan perubahan tingkat harga, kualitas atau produktivitas dibandingkan dengan periode tertentu yang dinamakan periode dasar.

 

Dua Waktu Membuat Angka Indeks

Jadi untuk membuat angka indeks itu diperlukan dua waktu yang berbeda, yaitu waktu atau periode dasar (based period) dan waktu yang sedang berjalan (current period).

  • Waktu dasar : adalah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian dipergunakan untuk dasar perbandingan.
  • Waktu yang sedang berjalan : adalah waktu dimana suatu kegiatan/kejadian akan dibandingkan dengan kegiatan yang terjadi pada waktu dasar.

 

Angka Indeks dibagi menjadi dua yaitu:

  • indeks harga (price index) dan
  • indeks kwantitas (quantity index).

Indeks harga mencakup semua indeks yang satuan aslinya dalam satuan mata uang, seperti indeks harga, indeks penerimaan, indeks upah/gaji indeks biaya hidup.

Indek kwantitas mencakup semua indeks yang satuan aslinya dalam satuan fisik seperti berat, luas, volume, antara lain seperti indeks produksi, indek barang yang diangkat, indeks barang yang dimuat dipelabuhan.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Pembangunan Perekonomian

Pembangunan Perekonomian

suatu daerah saat ini masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Hal tersebut disebabkan karena pola pengembangan ekonomi daerah / lokal yang sedang dan telah dilaksanakan oleh daerah terkesan kurang sistematik. Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab dari kurang berkembangnya potensi ekonomi daerah dan berakibat rendahnya daya saing ekonomi daerah. Rendahnya daya saing ekonomi daerah tersebut pada akhirnya menyebabkan arus masuknya investasi menjadi kurang signifikan . Untuk itulah, agar pengembangan ekonomi daerah dapat berhasil dan berdaya guna, maka perlu diupayakan pengembangan potensi ekonomi daerah melalui pengembangan produk unggulan daerah (PUD).

Definisi produk unggulan daerah

Produk Unggulan Daerah (PUD) merupakan suatu barang atau jasa yang dimiliki dan dikuasai oleh suatu daerah, yang mempunyai nilai ekonomis dan daya saing tinggi serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yang diproduksi berdasarkan pertimbangan kelayakan teknis (bahan baku dan pasar), talenta masyarakat dan kelembagaan (penguasaan teknologi, kemampuan sumberdaya manusia, dukungan infrastruktur, dan kondisi sosial budaya setempat) yang berkembang di lokasi tertentu.
Pengembangan ekonomi lokal merupakan proses membangun dialog dan kemitraan aksi para pihak yang meliputi pemerintah daerah, para pengusaha, dan organisasi-organisasi masyarakat lokal. Pilar-pilar pokok strateginya adalah meningkatkan daya tarik, daya tahan, dan daya saing ekonomi lokal.
Produk unggulan adalah produk yang potensial dikembangkan pada suatu wilayah dengan memanfaatkan SDA dan SDM lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan. Sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global (Kementerian Koperasi &UKM).

 

Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS memaparkan Produk Unggulan hasil usaha masyarakat pedesaan dengan kriteria :

(a) Mempunyai daya saing yang tinggi di pasaran (keuni­kan /ciri spesifik, kualitas bagus, harga murah);
(b) Meman­faatkan potensi sumberdaya lokal yang potensial dapat dikem­bangkan;
(c) Mempunyai nilai tambah tinggi bagi masyarakat perdesaan;
(d) Secara ekonomi menguntungkan dan bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan dan kemampuan sumberdaya manusia;
(e) Layak didukung oleh modal bantuan atau kredit.

Banyak penelitian dan kajian tentunya berkaitan dengan produk unggulan atau sektor ungulan daerah, baik pendekatan menggunakan analisis Location Quotients (LQ) maupun analisis lain. Tetapi titik beratnya sekarang bukanlah menemukan apa produk ungulan yang ditemukan didaerah, tetapi lebih mengarah kepada tingkat keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaannya.
Produk unggulan apapun yang ada tentunya diperlukan pengelolaan dan pengembangan serta pemasaran yang sinergis. Agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Skenario untuk menjalankan program dengan pengendalian rantai – rantai sbb:

1. Secara aktif memperkenalkan produk kita;
2. Lirik pasar sasaran dengan memperhitungan kapasitas dan daya saing kompetitif;
3. Amankan jalur distribusi produk ke konsumen, menjaga tidak terputusnya dimand – supply;
4. Produktifitas atau aktifitas produksi, meliputi ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia;
5. Teknologi tepat guna, serta mempertimbangkan kendali mutu yang ketat
Harapannya adalah masyarakat bisa lebih fokus dan memiliki kepastian dalam pengelolaan sumber daya apakah budi daya tanaman, peternakan maupun industri kecil dan kerajinan. Dengan adanya pengelolaan dengan aksi yang berkesinambungan tentunya tidak ada keraguan masyarakat untuk memproduksi. Karena pemerintah maupun swasta sebagai mitra mampu mengakomodir ke jalur distribusi atau pemasaran dengan target pasar yang jelas.
Jika tidak ada pengelolaan mata rantai produksi, kapasitas dan ketersediaan bahan baku, produksi dan Sumber Daya Manusia dan pemasaran yang jelas, produk unggulan akan tenggelam dan terlupakan. Produk unggulan akan menjadi sebatas referensi dan presentasi.
Seyogyanya produk unggulan itu adalah yang mudah dikenal, mudah diingat, mudah ditemukan, dan Selalu tersedia. Produk unggulan yang mencirikan suatu daerah, dan mensejahterakan masyarakat tentunya.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Definisi Daya Saing

Definisi Daya Saing

Definisi daya saing, kebanyakan didasari pada konsep produktivitas. Suatu daerah yang memiliki produktivitas tinggi dapat dikatakan memiliki daya saing yang tinggi. Dalam konteks produktivitas sebenarnya menggambarkan aspek efisiensi dan efektivitas. Efisiensi lebih mengarah pada input sedangkan efektivitas lebih mengarah pada output. Pambudhi, dalam artikelnya : Daya saing investasi daerah, opini dunia usaha, dalam Departemen perindustrian ( 2007:95): menyatakan bahwa daya saing (competitiveness) pada umumnya didefenisikan sebagai seberapa besar pangsa pasar produk suatu negara dalam pasar dunia.

Definisi dari Pambudhi

Ini didasari pada konsep penguasaan pasar suatu negara dalam pasar dunia (daya saing negara). Atau penguasaan pasar suatu daerah dalam pasar nasional (daya saing daerah). Semakin besar pangsa pasar yang dikuasai suatu negara atau daerah maka dikatakan semakin tinggi daya saing negara atau daerah tersebut.
Defenisi yang lebih luas dari daya saing adalah melibatkan aspek atau kontribusinya pada kesejahtraan dan keberlanjutan pertumbuhan. Menurut satriagung, dalam artikelnya : kendala dan tantangan membangun daya saing daerah, dalam Departemen perindustrian ( 2007:111-124), jadi daya saing daerah adalah kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahtraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional.

 

Beberapa indikator daya saing daerah yang disebutkan Bank Indonesia adalah :

1) perekonomian daerah
2) keterbukaan
3) sistem keuangan
4) infrastruktur dan sumber daya alam
5) ilmu pengetahuan dan teknologi
6) sumber daya alam
7) kelembagaan
8) governance dan kebijakan pemerintah
9) manajemen dan ekonomi mikro

 

Definisi Kompetensi Inti (core competence)

Pada dasarnya, kompetensi inti dibangun atas dasar produk / komoditas unggulan, namun tidak semua produk /komoditas unggulan dapat menjadi suatu kompetensi inti suatu daerah. Dan bisa jadi suatu kompetensi inti daerah, bukan berasal dari produk unggulan daerah tersebut. Hal ini disebabkan, defenisi dari kompetensi inti yang lebih luas dan detail ketimbang produk /komoditas unggulan.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Dasar Pemikiran Pengembangan Bank

Dasar Pemikiran Pengembangan Bank

Dasar pemikiran pengembangan bank berdasarkan prinsip bagi hasil adalah untuk memberikan pelayanan jasa kepada sebagian masyarakat Indonesia yang tidak dapat dilayani oleh perbankan yang sudah ada, karena bank-bank tersebut menggunakan sistem bunga. Dalam menjalankan operasinya, bank syariah tidak mengenal konsep bunga uang dan tidak mengenal peminjaman uang tetapi yang ada adalah kemitraan/kerjasama (mudharabah dan musyarakah) dengan prinsip bagi hasil, sementara peminjaman uang hanya dimungkinkan untuk tujuan sosial tanpa adanya imbalan apapun. Sehingga dalam operasinya dikenal beberapa produk bank syariah antara lain produk dengan prinsip mudharabah dan musyarakah.

 

Prinsip Mudharabah dan Prinsip Musyawarakah

Prinsip mudharabah dilakukan dengan menyepakati nisbah bagi hasil atas keuntungan yang akan diperoleh sedangkan kerugian yang timbul menjadi resiko pemilik dana sepanjang tidak ada bukti bahwa pihak pengelola tidak melakukan kecurangan. Prinsip musyarakah adalah perjanjian antar pihak untuk menyertakan modal dalam suatu kegiatan ekonomi dengan pembagian keuntungan atau kerugian sesuai nisbah yang disepakati (Antonio, 2004).

Perkembangan lembaga keuangan yang beroperasi dengan :

Prinsip bagi hasil tidak terlepas dari adanya legalitas hukum dalam bentuk undang-undang perbankan no.7 tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 tahun 1998. Undang-undang ini mengizinkan lembaga perbankan menggunakan prinsip bagi hasil, bahkan memungkinkan bank untuk beroperasi dengan dual system, yaitu beroperasi dengan sistem bunga dan bagi hasil, sebagaimana dipraktekkan oleh beberapa bank di Indonesia. Selain adanya beberapa peraturan yang telah ditetapkan untuk operasionalisasi bank syariah, saat ini juga telah dibentuk seperangkat aturan yang mengatur tentang perlakuan akuntansi bagi transaksi-transaksi khusus yang berkaitan dengan aktivitas bank syariah, yaitu dengan diberlakukannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 59 tentang akuntansi perbankan syariah.
Sebagaimana diketahui bahwa bank syariah mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1992 sejalan dengan diberlakukannya undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan. Bank syariahdi Indonesia sebetulnya bisa dikatakan relatif masih baru dan sedang dalam proses pemantapan diri terutama dalam aspek manajemen intern dan pembentukan imagekepada masyarakat. Karena keberadaannya yang masih baru ini, masyarakat secara umum belum mengenal bank syariahdengan baik dan lengkap.

Suryo (2003) mengemukakan bahwa maraknya perbankan Islam di duniapun bukan tanpa kecaman.

Justru kecaman itu datang dari para ilmuan Islam sendiri. Mereka berpendapat bahwa bank-bank Islam dalam menyelenggarakan transaksi-transaksi perbankan syariah justru telah melaksanakannya bertentangan dengan kata-kata dan semangat dari ketentuan syariah.Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan usaha bank-bank Islam tersebut telah menimbulkan masalah moralitas. Sehingga yang perlu dipertanyakan apakah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan usaha bank-bank Islam tersebut yang notabene bermaksud untuk menghindarkan pemungutan bunga dan bermaksud agar para pihak memikul masalah bersama, memang telah diselenggarakan sesuai dengan tujuan tersebut ataukah dalam pelaksanaannya ternyata hanya sekedar penggantian istilah belaka.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Budidaya Pendidikan

Struktur Tanaman Durian

Tanaman durian merupakan jenis pohon tahunan, hijau abadi (pengguguran daun tidak tergantung musim); tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Ketinggian tanaman dapat mencapai 25-50 m, tergantung spesiesnya. Pohon durian sering memiliki banir (akar papan). Pepagan (kulit batang) berwarna cokelat kemerahan, mengelupas tak beraturan. Tajuknya rindang dan renggang.

Struktur Durian

Daun Durian

Daun durian berbentuk jorong hingga lanset dengan panjang 10-15 (-17) cm dan lebar 3-4,5 (-12,5) cm. Daun umumnya terletak berseling; bertangkai; berpangkal lancip atau tumpul dan berujung lancip melandai. Sisi bagian atas berwarna hijau terang, sedangkan nisi bawah tertutup sisik-sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang.

 

Bunga Durian

Bunga durian muncul langsung dari batang (cauliflorous) atau cabang-cabang yang tua di bagian pangkal (proximal) secara berkelompok. Bunga-bunga tersebut berkelompok dalam karangan berisi 3-10 kuntum berbentuk tukal atau malai rata. Kuncup bunganya membulat, diameternya sekitar 2 cm, dan bertangkai panjang. Kelopak bunga berbentuk tabung sepanjang kurang lebih 3 cm. Daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping, berbentuk bundar telur. Mahkota berbentuk sudip, panjangnya kira-kira 2 kali panjang kelopak, berjumlah 5 helai, dan berwarna keputih-putihan. Benang sarinya banyak, terbagi ke dalam 5 berkas. Sementara kepala putiknya membentuk bongkol dengan tangkai yang berbulu. Bunga muncul dari kuncup dorman, umumnya mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Sementara pada siang hari, bunga menutup. Bunga durian menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya. Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya.

 

Buah Durian

Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur, hingga lonjong dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal serta berwarna hijau kekuning-kuningan, kecokelatan, hingga keabu-abuan. Permukaan kulit durian bersudut tajam (“berduri”) walaupun duri ini bukan duri dalam pengertian botani. Oleh karena itu, buah ini disebut”durian”. Buah akan berkembang setelah pembuahan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan, terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok sehingga hanya satu atau beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, sedangkan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5-5 kg. Setiap buah memiliki lima ruang (“kamar”) yang menunjukkan jumlah daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih. Biji tersebut berbentuk lonjong dengan panjang kira-kira 4 cm. Warnanya merah muda kecokelatan dan tampak mengilap. Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, daging buah) berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi. Pada kultivar unggul, ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut pongge.

Categories
Pendidikan Umum

Jenis-Jenis Kopi

Kopi merupakan komoditas yang sering dimanfaatkan sebagai minuman penghangat atau penambah stamina. Sebagai komoditas rakyat yang sudah cukup lama dibudidayakan, kopi mampu menjadi menjadi sumber nafkah bagi petani kopi Indonesia. Selain itu, kopi juga memegang peranan penting sebagai sumber devisa negara. Hal ini tidak terlepas dari peranan kopi sebagai komoditas andalan ekspor bagi Indonesia. Akan tetapi komoditas ini sering sekali mengalami fluktuasi harga sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran kopi dunia.

Keberhasilan agribisnis kopi sangat membutuhkan dukungan dan peran aktif semua pihak, baik pemerintah maupun swasta sebagai pelaku agribisnis. Peran para pelaku agribisnis kopi sangat menentukan kualitas dan kuantitas kopi, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan begitu, komoditas kopi Indonesia memiliki daya saing yang tinggi di pasaran Internasional.

Beberapa komponen teknologi yang mampu mendukung perkembangan agribisnis kopi diantaranya adalah:

Teknologi budidaya tanaman kopi yang meliputi pemilihan bibit kopi unggul, pemeliharaan tanaman kopi, pemangkasan tanaman kopi, pemupukan berimbang, penanganan hama penyakit tanaman kopi.
Teknologi pengolahan kopi yang meliputi seluruh kegiatan pasca panen hingga packing
Pembentukan jaringan pemasaran

 

Jenis-Jenis Kopi

 

Sejarah Kopi

Ada beberapa spesies kopi yang sudah dikenal dan beredar di pasaran, yaitu kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika, dan kopi ekselsa. Dari beberapa varietas tersebut, kopi arabika menduduki peringkat pertama yang menguasai pasar dunia, kurang lebih 70% dari konsumsi kopi dunia. Kemudian disusul oleh kopi robusta yang mencapai 26% dari tingkat konsumsi kopi dunia.

Kopi arabika merupakan spesies kopi yang berasal dari daerah Afrika, yaitu tepatnya di pegunungan Etiopia yang kemudian kopi tersebut dikembangkan di daerah Yaman. Melalui pedagang Arab, kopi arabika disebarkan ke beberapa negara. Masyarakat di Arab merasakan bahwa minuman yang yang berasal dari biji kopi tersebut dapat menambah energi, yang kemudian minuman ini mereka sebut sebagai qahwa yang berarti pencegah rasa ngantuk. Oleh karena itu, kopi sering menjadi minuman para sultan sebagai pencegah rasa ngantuk. Kata qahwa (qahwain) merupakan kata yang berasal dari bahasa Turki, yaitu kahven. Beberapa negara memberikan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut kopi. Di Jerman kopi disebut dengan istilah kaffe, di Perancis disebut dengan cafe, di Inggris disebut dengan coffe, di Belanda disebut dengan koffie, yang kemudian di Indonesia mengadopsi istilah Belanda tersebut menjadi kopi. Pada abad ke 16, kopi arabika mulai diperkenalkan di Indonesia oleh Belanda yang membuka perkebunan tanaman komersial, salah satunya adalah kopi yang didatangkan dari Yaman.

 

Morfologi Kopi

Dilihat dari fisik pertumbuhannya, spesies kopi memiliki ciri yang berbeda-beda. Spesies kopi arabika karakter pertumbuhan tanaman yang rimbun dan membentuk pohon perdu kecil. Adapun tanaman kopi ekselsa memiliki pertumbuhan pohon yang besar dan kuat. Secara umum, tanaman kopi memiliki dua tipe pertumbuhan cabang, yaitu ortotrop dan plagiotrop. Tipe ortotrop merupakan pertumbuhan cabang ke arah atas atau vertikal, sedangka tipe plagiotrop merupakan pertumbuhan cabang ke arah samping atau horisontal. Kopi arabika memiliki percabangan yang lebih lentur dan berdaun lebih tipis jika dibandingkan dengan spesies lain yang memiliki percabangan kuat dan berdaun lebih tebal dan lebar.

Daun tanaman kopi berbentuk lonjong, tulang daun berbentuk menyirip dan nampak tegas, berwarna hijau gelap dan mengkilap dengan daun muda berwana hijau lebih muda. Daun tumbuh berpasangan dan berlawanan arah.

Bunga tumbuh di ketiak daun, berwarna putih, dan memiliki aroma yang wangi. Secara umum tanaman kopi akan berbuah setelah berumur tiga tahun dari saat berkecambah. Buah kopi tersusun atas kulit buah (epicarp), daging buah (mesocarp), dan kulit tanduk (endocarp). Biji kopi mempunyai alur pada bagian datarnya, berada dalam buah kopi dan terbungkus oleh kulit tanduk. Setiap buah memiliki dua biji kopi.

Tanaman kopi memiliki perakaran yang tidak begitu dalam, bahkan 90% perakarannya berada pada lapisan tanah atas atau top soil, kurang lebih berada pada lapisan di atas 30 cm.

 

Taksonomi Kopi

Tanaman kopi termasuk dalam genus Coffea dengan famili Rubiaceae. Genus Coffea mencakup hampir 70 spesies, tetapi hanya ada dua spesies yang ditanam dalam skala luas di seluruh dunia, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan kopi robusta (Coffea canephora var. robusta). Sementara itu, sekitar 2% dari total produksi dunia dari dua spesies kopi lainnya, yaitu kopi liberika (Coffea liberica) dan kopi ekselsa (Coffea excelsa) yang ditanam dalam skala terbatas, terutama di Afrika Barat dan Asia.

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpennbuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Tumbuhan penghasil biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (Tumbuhan berkeping dua/dikotil)
  • Sub Kelas: Asteridae
  • Ordo: Rubiales
  • Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
  • Genus: Coffea
  • Spesies: Coffea sp. [Coffea arabica L. (kopi arabika), Coffea canephora var. robusta (kopi robusta), Coffea liberica (kopi liberika), Coffea excelsa (kopi excelsa)]

 

Jenis-jenis Kopi

Ada empat jenis kopi yang dikenal, yaitu kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika, dan kopi ekselsa. Dari keempat jenis kopi tersebut, kopi arabika dan kopi robusta paling banyak dikenal dan memasok kurang lebih 96% pasokan kapi dunia. Hal tersebut disebabkan kopi arabika dan kopi robusta yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kopi leberika dan ekselsa. Keunggulan kopi arabaika adalah kualitas cita rasa yang tinggi dan kandungan kafein yang rendah dibandingkan dengan kopi robusta, sehingga hara kopi arabika lebih mahal. Tetapi area pertanaman kopi arabika terbatas pada ketinggian di atas 1.000 mdpl karena kopi jenis ini sangat rentan terserang penyakit karat daun kopi. Sedangkan kopi robusta memiliki keunggulan lebih tahan terhadap penyakit tersebut, sehingga luas pertanaman kopi jenis ini di Indonesia jauh lebih besar. Kopi liberika dan kopi ekselsa kurang memiliki nilai ekonomis dan komersial karena kualitas biji kopinya yang terlalu bervariasi dan cita rasa yang kurang disukai. Akan tetapi jenis kopi tersebut memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kondisi yang kurang mendukung untuk budidaya kopi.

 

Perkembangan Kopi di Indonesia

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Penanaman kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1696 yang pada waktu itu dikembangkan jenis kopi arabika oleh pemerintah Hindia Belanda. Akan tetapi penanaman kopi tersebut belum berhasil, sehingga pada tahun 1699 pemerintah Hindia Belanda kembali mendatangkan jenis kopi arabika. Pada periode ini kopi arabika berkembang cukup baik terutama di wilayah pulau Jawa, sehingga kopi ini lebih dikenal dengan istilah kopi jawa atau java coffe. Kopi jawa memiliki kualitas buah biji kopi yang sangat baik dan menjadi komoditas ekspor unggulan semejak lebih dari 100 tahun yang lampau.

Berkembangnya areal pertanaman kopi juga diikuti dengan merebaknya infeksi cendawan Hemileia vastatrix B et Br. yang menyebabkan penyakit karat daun kopi. Serangan cendawan Hemileia vastatrix B et Br. ini menyebabkan kerusakan pada daun dan pada serangan parah dapat mematikan tanaman. Pada tahun 1878 penyakit tersebut menyerang parah areal pertanaman kopi di Indonesia dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan cendawan Hemileia vastatrix B et Br. namun tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Sehingga pada tahun 1900 pemerintah Hindia Belanda mendatangkan kopi robusta untuk menggantikan kopi arabika yang rentan dengan karat daun. Semenjak saat itu terjadi perubahan orientasi penanaman dari kopi arabika ke kopi robusta. Dan hingga saat ini kopi robusta mendominasi pertanaman kopi di Indonesia.

Faktor lain yang mendorong masuknya kopi robusta ke Indonesia adalah pembelian benih robusta oleh perusahaan perkebunan “Cultuur Mij. Soember Agoeng” tahun 1900 dari I’Horticule Coloniale yang berkedudukan di Brussel. Benih-benih untuk menghasilkan bibit tersebut didatangkan dari Kongo Belgia (sekarang Zaire) yang terletak di Afrika Barat. Pada tanggal 10 September 1900 bibit-bibit kopi robusta diterima di Kebun Soember Agoeng. Perusahaan perkebunan tersebut berkantor di kota s’Gravenhage di Belanda dan mengelola perkebunan Soember Agoeng, Wringin Anom, dan Kali Bakar yang berlokasi di daerah Dampit, sekitar 40 km arah tenggara dari kota Malang.

Upaya memasukkan kopi robusta ke Indonesia juga dilakukan oleh gabungan pengusaha perkebunan di wilayah Kediri (“Kedirische Landbouw Vereniging”) pada tahun 1901. Selain itu, Pemerintah Hindia Belanda pada tahun tersebut juga memasukkan kopi robusta ke Kebun Percobaan milik Pemerintah Hindia Belanda (Governement Proeftuin) di Bangelan dekat Malang untuk keperluan penelitian.

 

Perdagangan Kopi

Seperti komoditas pertanian lain, rantai perdagangan kopi juga sangat bervariasi. Pada dasarnya rantai perdagangan komoditas ini dipengaruhi oleh jangkauan pasar dan sarana prasarana wilayah, misalnya jalur transportasi, sarana telekomunikasi, dan lain-lain. Jika areal produksi kopi berada tidak jauh dengan pasar, maka petani atau pekebun kopi dapat langsung menjual hasil produksinya ke pasar. Atau jika areal produksi kopi berada pada jarak yang agak jauh dari pasar dan sarana transportasi ke pasar cukup mendukung, maka petani atau pekebun kopi juga bisa langsung mejual hasil produksinya ke pasar. Atau jika areal produksi kopi berada pada jarak yang lebih jauh lagi dari pasar dan sarana transportasi maupun telekomunikasi cukup mendukung, maka petani atau pekebun kopi bisa menjual langsung secara kolektif atau bersama-sama petani kopi lain ke pasar. Namun kondisi serupa juga memungkinkan untuk muncul satu mata rantai perdagangan baru, yaitu pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul akan mengumpulkan hasil produksi petani kopi dalam satu wilayah tertentu untuk dibawa ke pasar, atau pedagang pengepul, atau pedagang besar, atau langsung ke eksportir. Tentu saja hal ini sangat dipengaruhi oleh jaringan bisnis yang dibentuk oleh pedagang di tiap-tiap lini. Bisa saja seorang eksportir mengadakan kemitraan dengan petani atau pekebun kopi dan bisa langsung mengekspor hasil produksi petani setelah melalui tahapan control kualitas biji kopi.

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan. Disamping memiliki nilai ekonomis dan komersial yang tinggi, produksi kopi secara nasional juga cukup tinggi. Hanya 40% produksi kopi nasional yang dikonsumsi dalam negeri dan 60% dari total produksi kopi nasional masuk sebagai komoditas ekspor. Beberapa negara tujuan utama ekspor kopi Indonesia adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. Konsekuensi dari bersarnya prosentase produksi kopi Indonesia yang diekspor adalah ketergantungan harga dengan kondisi pasar kopi dunia. Akan tetapi, 99% ekspor kopi Indonesia masih dalam bentuk biji kopi, sedangkan sisanya, sebesar 1%, diekspor dalam bentuk olahan (kopi bubuk). Hal ini tentu saja membutuhkan perhatian pemerintah, agar ekspor produk olahan kopi Indonesia bisa meningkat, sehingga akan memberi nilai tambah, baik dari segi finansial maupun sosial. Industri pengolahan kopi dalam skala besar tentu saja akan menambah lapangan kerja dan lapangan usaha di sektor lain.

Selain itu, peluang lebih besar lagi yang perlu mendapat perhatian semua pihak adalah kopi spesialti (specialty coffe) yang merupakan produk kopi organik. Produk kopi organik adalah kopi yang dihasilkan dari petani atau pekebun kopi yang cara budidayanya mengacu pada sistem pertanian berkelanjutan. Dengan kata lain, kopi spesialti merupakan kopi yang dihasilkan dari budidaya kopi secara organik, yaitu budiaya kopi yang tidak menggunakan input bahan kimia. Sehingga pengendalian dan penanganan organisme pengganggu tanaman juga harus mengutamakan prinsip pengendalian secara terpadu. Sebuah peluang agribisnis yang cukup besar, mengingat kopi spesialti dari Indonesia deperdagangkan dengan harga premium yang cukup tingi.